Powered By Blogger

Minggu, 15 Agustus 2010

Disiplin

Aneh tapi nyata. Terkadang mereka justru berulang karena berharap Anda akan menegakan peraturan. Berikut cara melakukannya dengan benar.
Disiplin memang tidak sama dengan hukuman. Jenis disiplin yang terbaik lebih menyerupai pengajaran : tunjukan pada anak harapan kita akan tingkah laku mereka. Agar merasa aman, anak membutuhkan peraturan yang jelas. Inilah saat-saat ketika si kecil sebenarnya meminta Anda "meluruskannya'.

RIBUT SOAL JAM TIDUR
Mengapa anak butuh disiplin ; Anak - anak yang masih kecil enggan melepaskan sesuatu yang kelihatannya menyenangkan (terjaga sampai larut malam), meski itu demi kebaikan mereka (agar bisa tidur lebih banyak). Pasalnya, tubuh kecil mereka membutuhkan siklus tidur yang dapat diandalkan. Jadi, ia ingin Anda mengajarinya cara agar bisa selalu menenangkan diri di malam hari.
Yang harus dilakukan : Biarkan anak memiliki sedikit kontrol. Mungkin kedengarannya seolah ada kemunduran, ketika yang berusaha Anda lakukan adalah mendisiplinkannya. Tapi, jika anak Anda merasa memiliki secara otoritas, hal itu akan membantunya mengikuti aturan yang terpenting.
Walau Anda ingin sekali akhirnya punya kesempatan untuk duduk di depan TV menonton acara kegemaran, tahan diri untuk tidak berteriak, "Ayo sana, sikat gigi! Pakai baju tidur! langsung naik ke tempat tidur! Sekarang juga!" SEbaiknya, tentukan jam tidur yang Anda inginkan, tapi usahakan untuk mewujudkannya dengan cara yang dipilih sikecil. Pilihan-pilihan seperti "Kamu mau pakai baju tidur dulu, atau gosok gigi dulu?" akan membantu membimbingnya menjalankan rutinitas malam dan memungkinkannya mulai mengambil tanggung jawab lebih. Memasang poster dengan gambar masing-masing ritual malam juga bagus untuk membuat anak usia dua setengah taun bisa mengikuti dan bersikap manis menjelang tidur. Anda mungkin perlu memberi tanda pada si kecil untuk melakukan setiap langkah dengan bertanya, "Setelah mandi, lalu apa?" Tapi, waktu untuk ribut-ribut setiap kali mau tidur mungkin akan berkurang jika Anda lebih bersikap seperti pembimbing ketimbang bos tukang perintah.

-------- bersambung-----------
Parenting, april 2008

Tidak ada komentar: